:satriamadangkara:
Sunday, May 27, 2007
  Hidup diciptakan bukan Kebetulan.
Assalamuallaiku Wr. Wb

HIDUP Adalah PILIHAN....


Dahulu sekali aku terlahir dan dan dibesarkan dalam tradisi turun temurun. Kakek moyangku dari bapak dulunya adalah seorang jawara, nelayan dan petani. Semua keturunnya terlahir dan mengikuti apa yang leluhurnya ajarkan. Mereka mungkin mempunyai jiwa alamiah dan hanya mengikuti serta melakukan apa yang pernah mereka lihat, rasa dan dengarkan tanpa ada keinginan untuk berubah atau melawan jalur yang telah ada. Semua itu sangat bisa dimaklumi karena interaksi atau hubungan sesama mereka cukup terbatas dengan kondisi buta huruf dan ketidak tahuan tentang informasi, sehingga tidak ada pembanding yang membuat mereka sebagai orang terdahulu( kuno/antik) mempunyai imajinasi untuk keluar dari jalur keturunan yang telah mengekang. Mereka tak punya pilihan lain, meneruskan tradisi orang tua adalah suatu bakti yang tak terkira. Orang tua sangat senang apa bila anak seorang petani menjadi seorang petani yang teladan, artinya mereka telah sukses mentransfer ilmu atau mengajarkan cara bertahan hidup untuk kelangsungan keturunannya kelak.


Di Jaman modern seperti ini dengan arus informasi yang mudah didapatkan melalui media cetak maupn elektronik membuat cara pandang yang berbeda dalam menyikapi hidup. Apa yang kita lihat bisa kita wujutkan, asalkan kita mengetahui jalur yang harus kita tempuh. Naluri manusia yang sangat almiah adalah Rasa Ingin Tahu yang sangat Tinggi. Dengan rasa ingin tahu mereka belajar dan mencoba membandingkan untuk dapat sedini mungin menyiapkan pilihan bagai mana mereka akan menjalani hidup.

Hidup ibarat permainan sebuah drama atau teater, kita mau tidak mau harus bisa memerankan peran masing - masing dengan totalitas dan penghayatan untuk mencapai hasil yang maksimal, dalam memerankan sebuah adegan seorang aktor di tuntut kerja keras "kalau mau yang enak dan santai makan bakso saja sana" Inget ama kata-kata Bang Ardiansyah Umum Marwan, saat menjadi sutradara pementasanku yang pertama, sekarang menjabat sebagai sekertaris DKL (dewan kesenian lampung).


Dalam revolusi jalur keturunan hidup di perlukan keberanian, modal yang tidak sedikit, kerja keras, sifat pantang menyerah dan tidak takut akan bayangan. Banyak kalangan masyarakat biasa beranggapan "Mustahil kita jadi pejabat, ngapain sekolah tinggi-tinggi kalau cuma buang-buang duit saja". Persepsi orang tua yang seperti itulah sebenarnya yang menhancurkan mental anak-anaknya yang sebenarnya punya cita-cita tinggi.


Semoga kita terutama saya yang memang terlahir didesa dan dalam lingkungan serta komunitas masyarakat yang seperti itu bisa menjadi motivator, mendorong, memberikan semangat untuk generasi yang ingin berubah. Pilihan hidup ditentukan oleh kita sendiri, kita yang menjalani hidup ini. Mau hidup yang bagaimana? Maka kita harus memilih.


Jangan pernah berkata "saya tidak akan memilih", tetapi berkatalah "saya memilih diam", karena tidak memilih adalah suatu pilihan. Memilih tidak mudah, tetapi kita wajib memilih maka berfikirlah wahai oran-orang yang berakal.!!!

Labels:

 
Comments: Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]





<< Home
SATRIAMADANGKARA

Name :
Web URL :
Message :
CINDRAMATA ONLINE CORPORATION
Archives
May 2007 / June 2007 /


Komunitas Muslim Indonesia

Subscribe to
Comments [Atom]

Ini Andine Dia Tinggal di Bali Ini Mojang Geulis Pisan